PREFERENSI PENELURAN SERANGGA Calosobrucus sp PADA BEBERAPA JENIS KACANG

EGG-LAYING PREFERENCES OF Calosobrucus sp. INSECTS ON SEVERAL TYPES OF NUTS

Authors

  • Tazkiyatul Syahidah

Keywords:

Callosobruchus sp., preferensi peneluran, kacang-kacangan, ekstrak tumbuhan, hama gudang

Abstract

Serangga dari genus Callosobruchus merupakan hama utama pada kacang-kacangan yang disimpan dan dapat menyebabkan kerugian hasil yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi peneluran Callosobruchus sp. pada beberapa jenis kacang serta pengaruh perlakuan ekstrak dan minyak tumbuhan terhadap aktivitas peneluran serangga. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu uji preferensi peneluran awal (preferensi telur 1) pada delapan jenis kacang menggunakan metode pilihan (choice test) dan tanpa pilihan (no-choice test), uji pengaruh pelarut dan ekstrak tumbuhan pada kacang hijau (preferensi telur 2), serta uji lanjutan menggunakan minyak dan ekstrak tumbuhan (preferensi telur 3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan inang yang paling disukai oleh Callosobruchus sp. pada kedua metode uji. Perlakuan ekstrak dan minyak tumbuhan memberikan pengaruh yang bervariasi terhadap jumlah telur dan mortalitas imago, yang mengindikasikan adanya senyawa yang bersifat atraktan pada konsentrasi rendah dan bersifat penolak atau penghambat pada konsentrasi lebih tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi pemanfaatan ekstrak tumbuhan sebagai alternatif pengendalian hama gudang yang ramah lingkungan.

References

Dadang dan Prijono D, 2008. Insektisida Nabati, Prinsip, Pemanfaatan, dan Pengembangan. Penerbit: Departemen Proteksi Tanaman. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. ISBN:978-979-25-3571-6.

Ehrlich PR, Raven PH. 1965. Butterflies and plants: a studyin coevolution. Evolution 18:586-608. Ibid.1967.Butterflies and Plants.

George NM, 2000 . Studies on the biology of two congeneric species of Callosobruchus. Imo State University School Biological Science, Imo State University, PMB , Okigwe, Nigeri

Grainge M, Ahmed S. 1998. Handbook of Plants with Pest-Control Properties. New York : John Wiley & Sons.

Harborne JB. 1984. Phytochemical Methods. Ed ke-2. New York: Chapman and Hall.

Hidayat, P., & Widyastuti, S. (2018). Serangga herbivora dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman budidaya. Jurnal Entomologi Indonesia, 15(2), 45-56.

Kalshoven LGE, 1981. Pest of crops in Indonesia. PT Ichtiar Baru-Van Hoeve, Jakarta. Kennedy JS. 1965. Mechanism ofhost plant selection. Ann. Appl. Biol. 56:317-322.

Kogan, M., & Parra, J.R.P. (1981). Feeding and nutrition. In D. Pimentel (Ed.), CRC Handbook of Pest Management in Agriculture (pp. 83–120). CRC Press.

Kogan M. 1982. Plant resistance in pest management. In; Metcalf RL, Luckmann WH, editor. Introduction to Insect Pest Management. Second Edition. New York: John Wiley & Sons. Pp 93-134.

Manzila I, Rijzaani H, dan Bahagiawati 2000. Pemurnian Wereng Coklat Biotipe Laboratorium. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Rintisan dan Bioteknologi Tanaman.

Metcalf RL & Luckman W. 1975. Introduction to insect pest management. John Wiley and Sons, New York. 587 pp.

McNeill, S. & Southwood, T.R.E. 1978. The role of nitrogen in the development of insect/plant relationship. In: J.B. Harborne (ed.). Biochemical Aspect of Plant and Animal Coevolution. Pp. 77-98. London: Academic Press.

Miller, J.R dan Miller, T.A. 1986. Insect Plant Interactions. Springer Verlag New York Inc. 342 hlm.

Nair, R., & Ramani, S. (2022). Effect of environmental factors on herbivorous insect infestation. Journal of Agricultural Research, 34(4), 210-225.

Nurlina, R., et al. (2019). Pengaruh jenis pakan terhadap pertumbuhan larva Spodoptera litura. Jurnal Proteksi Tanaman, 27(1), 45–53.

Painter, R. H. 1951. Insect Resistance in Crop Plant. The Macmillan Company, New York. Paguia P, Pathak MD, Heinrichs EA. 1980. Honeydew excretion measurement techniques for determining differential feeding activity of biotypes of Nilaparvata lugens on rice varieties. J. Econ Entomol 73:35-40.

Pieterse CM, Dicke M. 2007. Plant interactions with microbes and insects: from molecular mechanisms to ecology. Trends in plant science. 12(12):564-569.

Rahmawati, T., et al. (2019). Metabolit sekunder tanaman sebagai agen perlindungan terhadap herbivora. Indonesian Journal of Plant Science, 10(2), 56-68.

Sai Harini A, Sai Kumar S, Balaravi P, Sharma R, Dass A, and Shenoy V 2013. Biotechnology Evaluation of rice genotypes for brown planthopper (BPH) resistance using molecular markers and phenotypic methods. African Journal of Biotechnology Vol. 12(19), pp. 2515-2525.

Sari, D. P., et al. (2021). Pengaruh kandungan nutrisi daun terhadap preferensi makan Henosepilachna sparsa. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 21(3), 123-135.

Sitompul, S.M., & Guritno, B. (1995). Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Schoonhoven LM, van Loon JJA, Dicke M, 2005. Insect plant biology. Second edition. Oxford University Press.

Smith, B., & Jones, M. (2017). Trap cropping as an integrated pest management strategy for vegetable crops. Pest Management Science, 73(5), 889-898.

Suyono M, Sutrisno I, Suwenda D, dan Isak. 2000. Karakterisasi populasi WBC dengan varietas diferensial. Laporan Hasil Penelitian. Balitbio 1999/2000.

Talekar and Lin YH. 1981. Two source with differing modes of resistance to Callosobruchus chinensis (L) in mungbean. J. Econ. Entomol. 74(5): 639-642.

Waldbauer, G.P. (1968). The consumption and utilization of food by insects. Advances in Insect Physiology, 5, 229–288.

Whittaker RH, Feeny PP. 1971. Allelochemics : Chemical interaction between spesies. Science 171:757-770.

Wijayanti, A., et al. (2020). Dampak infestasi Henosepilachna sparsa pada tanaman solanaceae di daerah tropis. Agrivita, 42(1), 78-90.

Widiyanto, B., et al. (2023). Pengendalian hama secara ekologis pada pertanian berkelanjutan. Jurnal Agroekologi, 25(1), 101-115.

Downloads

Published

2026-08-12